dia mencoba ingin membisu,
walau ribuan pecahan kaca menusuknya dari berbagai arah,
dia percaya,
dia lelaki yg tegar,
dan dia berdiri dalam ruangan kosong,
ia merasa lantai dibawahnya terangkat,
langit-langit menghimpitnya,
ia tahu sejarah yg indah selalu mencekiknya,
dan menyeretnya ke sudut masa silam,
sudut dimana..
ia merasa menjadi yg terbaik dr semua yg terbaik,
sebetulnya ia selalu membawa belati untuk menikam jiwanya yg hambar,
tapi belati itu selalu tumpul dan hilang dari fikirnya,
ketika ada sekelibat kata..
mengertilah orang itu sekali lagi,
ketika akhirnya pun gagal,
hadir lagi kata untuk mengertilah lagi,
terus dan terus hingga ia merasa bahwa orang itu seakan telah dikutuk Tuhan hingga buta mata hatinya,
entahlah..
mungkin ia hanyalah setengah buku yg terbaca,
mungkin ia hanyalah kamus tebal tak berhalaman,
mungkin ia hanyalah malam tanpa keheningan,
mungkin ia hadir untuk mengerti tapi tidak untuk dimengerti,
Tuesday, March 15, 2011
Sensitive
kadang terhempas lara hatiku,
terseret cerita dia,mereka dan apapun,
yg menyeret hati diatas tajam kerikil perasaan..
kadang suara iblis lebih ku mengerti daripada belai malaikat..
kadang kumerasa menduduki singgasana walau tak jarang kumerasa diinjak kesempurnaan..
siapa yg terbaik,siapa yg terkenang,siapa si nomor satu,
kadang aq muak memikirkannya!
aq ingin menjalani ini semua dg hati yg hambar,
hingga tak mungkin kugoreskan tajam ucapku padanya yg kucintai,
hingga tak ada rasa peduli bila aq hanya seekor punguk yg hilang dihempas masa lalunya,
hingga aq bisa terus melangkah temani dirinya dirumput tajam tanpa alas menopangku,
aq terbiasa berbicara dg sudut dinding ruangan ini,
aq terbiasa terlelap tidur terhimpit langit2,
aq terbiasa tenang ketika lantai terangkat dan melemparku,
tapi mengapa aq tak bisa menjadi orang dg hati yg bersahaja??
biar jerit amarah hiasi langkah kita,
biar salah paham berlalu lalang di jalan kita,
tapi jangan pernah lepas genggaman tangan kita..
terseret cerita dia,mereka dan apapun,
yg menyeret hati diatas tajam kerikil perasaan..
kadang suara iblis lebih ku mengerti daripada belai malaikat..
kadang kumerasa menduduki singgasana walau tak jarang kumerasa diinjak kesempurnaan..
siapa yg terbaik,siapa yg terkenang,siapa si nomor satu,
kadang aq muak memikirkannya!
aq ingin menjalani ini semua dg hati yg hambar,
hingga tak mungkin kugoreskan tajam ucapku padanya yg kucintai,
hingga tak ada rasa peduli bila aq hanya seekor punguk yg hilang dihempas masa lalunya,
hingga aq bisa terus melangkah temani dirinya dirumput tajam tanpa alas menopangku,
aq terbiasa berbicara dg sudut dinding ruangan ini,
aq terbiasa terlelap tidur terhimpit langit2,
aq terbiasa tenang ketika lantai terangkat dan melemparku,
tapi mengapa aq tak bisa menjadi orang dg hati yg bersahaja??
biar jerit amarah hiasi langkah kita,
biar salah paham berlalu lalang di jalan kita,
tapi jangan pernah lepas genggaman tangan kita..
Subscribe to:
Comments (Atom)