Friday, September 25, 2009

percakapan seorang diri

aku tidak tahu..
kau..
dia..
aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu..
aku merasa semua akan terasa mudah dengan kepala besarku..
tapi ternyata tidak..

aku hanya belajar untuk mengerti semua..
agar tak ada rasa kehilangan..

aku hanya mendapat sedikit masukan dari kepalaku..
bahwa..
MANUSIA TIDAK BISA BICARA UNTUK MEYAKINKAN..

aku tetap tidak bisa menjawab..
jadi aku akan tetap pada pendirianku..

sadarkah?
ini seperti dekatnya jarak nadi dan kepalamu..
seperti semua cinta adalah musuh..
dan semua musuhmu adalah cintamu..
dan kita bimbang diantaranya..

aku hanya ingin bernyali..
dan berbicara sepatah dua patah kata padamu..
tapi sebagai balasannya..
aku hanya bisa berbicara seorang diri..
dengan lemah dan pelan sekali..

seperti memikul beban yang berat..
tapi nyatanya lari dari kenyataan lebih berat..

seperti lelahnya memandang dunia yang besar..
tapi kini ku tahu berbohong dan munafik jauh lebih melelahkan..

aku rasa aku telah tahu semua..
tapi nyatanya semua semakin aku tidak tahu..

aku kira aku telah banyak berubah..
tapi nyatanya tak ada yang berubah..

aku tak mengabulkan impianmu karena aku bimbang mendengar ocehan sepihak mereka..
aku lemah, aku tahu itu..
maafkan aku..
kau buatku berarti tapi kau tidak bisa lebih berarti dari mereka yang menekanku..
maaf..

aku lebih dahulu memakaikan pakaian untuk harga diri..
sebelum menghargai harga diri itu sendiri..
aku bisa bertahan selama ini..
dan mungkin terus hingga nanti..
mungkin..

No comments:

Post a Comment