aku tak percaya..
menyedihkan namun kusebut itu manusiawi..
karena..
terkadang cinta melumpuhkan sumpah yang begitu menggebu..
ideologi yang keras..
jiwa yang tegar..
seperti aku..
untuk cintaku..
aku hanya mencerminkan..
bagaimana seseorang yang kuat jatuh dalam pemikiran luasnya..
aku benci tapi aku harus berbesar hati..
itu aku..
aku dan cintaku..
manusia bersandar pada pengetahuan minimnya..
dan apa yang telah dicapai generasi sebelum dan setingkatnya..
menjadikan ia merasa begitu hebat melukis cinta..
tapi bagaimana sakitnya sekarat..
tertatih menahan kecewa..
menunggu hujan cinta seperti sampah..
beberapa keagungan sejarah tak mau mengakuinya..
kita tidak bisa melihat samudra dengan segayung air..
karena itu..
kita tidak bisa melihat cinta secara menyeluruh hanya dengan sebuah kebanggaan..
kadang butuh rasa sakit untuk mengerti cinta..
kau anggap cinta anugrah..
karena do'amu terkabul sesuai rencana..
kau anggap cinta sampah..
karena waktu tak kunjung membuktikannya..
lalu bagaimana..
dengan manusia yang berada dipusat alam yang menderita..
mereka percaya cinta walau hati kecilnya dipenuhi goresan luka..
beberapa orang puitis dan bijak berkata..
kita butuh kekecewaan..
kita butuh terjatuh..
butuh perjuangan agar bisa belajar..
aku tidak meragukan itu..
walau hanya sekedar spekulasi..
saat kau memiliki satu cinta..
kau tenang..
namun tidak salah jika kau memiliki yang lain selain itu..
cintamu bagaimana hatimu..
bukan bagaimana kamus bijak memutuskan..
karena takkan ada jawab atas nilai salah sebuah cinta..
masing-masing memliki jawabannya..
dunia tidak akan hancur karena perbedaan visualisasi cinta..
tinggal bagaimana cintamu selanjutnya..
apa cintamu itu seindah pemandangan malam..
apa sekotor debu dimuka..
apa semewah lantai dinding kaca..
dan akhirnya diambang pilihan yang tak pernah ada dalam do'amu..
jika keputusan itu pahit berilah nilai lebih..
jangan teteskan kehormatan dipelupuk matamu..
dan..
jangan kutuk cintamu..
terlebih jika ia terlalu banyak mengisi hidupmu..
No comments:
Post a Comment