dia mencoba ingin membisu,
walau ribuan pecahan kaca menusuknya dari berbagai arah,
dia percaya,
dia lelaki yg tegar,
dan dia berdiri dalam ruangan kosong,
ia merasa lantai dibawahnya terangkat,
langit-langit menghimpitnya,
ia tahu sejarah yg indah selalu mencekiknya,
dan menyeretnya ke sudut masa silam,
sudut dimana..
ia merasa menjadi yg terbaik dr semua yg terbaik,
sebetulnya ia selalu membawa belati untuk menikam jiwanya yg hambar,
tapi belati itu selalu tumpul dan hilang dari fikirnya,
ketika ada sekelibat kata..
mengertilah orang itu sekali lagi,
ketika akhirnya pun gagal,
hadir lagi kata untuk mengertilah lagi,
terus dan terus hingga ia merasa bahwa orang itu seakan telah dikutuk Tuhan hingga buta mata hatinya,
entahlah..
mungkin ia hanyalah setengah buku yg terbaca,
mungkin ia hanyalah kamus tebal tak berhalaman,
mungkin ia hanyalah malam tanpa keheningan,
mungkin ia hadir untuk mengerti tapi tidak untuk dimengerti,
. gw pernah baca yg ini mah. ..
ReplyDeleteudah lama ya gan bikinya.cuma kynya ad yg dirubah sedikit..
iya om ini kan gue posting di facebook gue, ga ada yg dirubah sama sekali kok cek aja
ReplyDelete