kuhitung setiap langkah yang kau tinggalkan ..
ku raba setiap sudut hati yang kau lupakan ..
dengan perlahan ..
dan aku tahu sebenarnya apa ..
bahwa ini bukan tentang kesedihan ..
bukan tentang anjing yang dilahirkan di kardus ..
bukan pula tentang kebahagiaan sementara ..
bukan tentang penjahat yang tertawa lolos dari polisi ..
bukan juga pengabdian yang terlupakan ..
bukan tentang pahlawan yang menjual pialanya ..
ini bukan tentang kau ..
bukan tentang aku ..
tapi tentang kita ..
kita ..?
dulu itu kata termanis yang menunjukan ..
seperti meja dan kursi yang panjang itu hanya ada 2 orang ..
yaitu kau dan aku ..
oh bukan ..
tapi kita ..
kucium aroma hadiah yang kau titipkan ..
wangi menusuk kekepala ..
hingga otakku berkata ..
kita hanya lagu sedih tanpa iringan melodi ..
kita hanya gelap malam tanpa sulaman bintang ..
kita hanya 5 bait puisi tanpa nama sang penyair ..
kita hanya senyum manis tanpa sisipan ketulusan ..
kita terlalu angungkan nama cinta ..
tapi kita tidak tahu ..
mengapa ia diawali "c" , diakhiri "a" ..
mengapa terkadang muncul titik diatas huruf "i" dan kadang hilang ..
tapi kita selalu merasa cinta yang menolong kita dari dasar neraka ..
atau ia semujarab obat maag ..
saat kita sakit gigi misalnya ..
yang aku tahu cinta akan muncul tiba2 ..
walau kita tidak tahu dimana letaknya ..
setelah kau bisa menilai dirimu ..
oh tidak ..
setelah aku bisa menilai diriku ..
bukan ..
setelah kita saling menilai ..
fatal ..
setelah kita menilai kita ..
benar ..
atau hampir benar mungkin ..
No comments:
Post a Comment