aku tak percaya..
menyedihkan namun kusebut itu manusiawi..
karena..
terkadang cinta melumpuhkan sumpah yang begitu menggebu..
ideologi yang keras..
jiwa yang tegar..
seperti aku..
untuk cintaku..
aku hanya mencerminkan..
bagaimana seseorang yang kuat jatuh dalam pemikiran luasnya..
aku benci tapi aku harus berbesar hati..
itu aku..
aku dan cintaku..
manusia bersandar pada pengetahuan minimnya..
dan apa yang telah dicapai generasi sebelum dan setingkatnya..
menjadikan ia merasa begitu hebat melukis cinta..
tapi bagaimana sakitnya sekarat..
tertatih menahan kecewa..
menunggu hujan cinta seperti sampah..
beberapa keagungan sejarah tak mau mengakuinya..
kita tidak bisa melihat samudra dengan segayung air..
karena itu..
kita tidak bisa melihat cinta secara menyeluruh hanya dengan sebuah kebanggaan..
kadang butuh rasa sakit untuk mengerti cinta..
kau anggap cinta anugrah..
karena do'amu terkabul sesuai rencana..
kau anggap cinta sampah..
karena waktu tak kunjung membuktikannya..
lalu bagaimana..
dengan manusia yang berada dipusat alam yang menderita..
mereka percaya cinta walau hati kecilnya dipenuhi goresan luka..
beberapa orang puitis dan bijak berkata..
kita butuh kekecewaan..
kita butuh terjatuh..
butuh perjuangan agar bisa belajar..
aku tidak meragukan itu..
walau hanya sekedar spekulasi..
saat kau memiliki satu cinta..
kau tenang..
namun tidak salah jika kau memiliki yang lain selain itu..
cintamu bagaimana hatimu..
bukan bagaimana kamus bijak memutuskan..
karena takkan ada jawab atas nilai salah sebuah cinta..
masing-masing memliki jawabannya..
dunia tidak akan hancur karena perbedaan visualisasi cinta..
tinggal bagaimana cintamu selanjutnya..
apa cintamu itu seindah pemandangan malam..
apa sekotor debu dimuka..
apa semewah lantai dinding kaca..
dan akhirnya diambang pilihan yang tak pernah ada dalam do'amu..
jika keputusan itu pahit berilah nilai lebih..
jangan teteskan kehormatan dipelupuk matamu..
dan..
jangan kutuk cintamu..
terlebih jika ia terlalu banyak mengisi hidupmu..
Friday, September 25, 2009
PERTANYAAN
dan kita tertawa ..
kita tersenyum untuk saling bercerita ..
kau mencari sesuatu di mata ku ..
tolong temukan itu ..
harapan ku terlalu besar ..
ku harap tak ada kata cinta seperti itu ..
cukuplah semua itu nyata dalam hati ..
tolong, aku sungguh inginkan itu ..
dan hadirlah sebuah pertanyaan ..
apa ini abadi ..?
dan ku jawab dengan senyum ..
dan ini jadi malam yang indah ..
dan kau berlari ..
kau keluar dari jalan kita ..
kau cari hitam diantara 7 warna pelangi ..
jelaskan siapa dia ..
hadir lagi sebuah pertanyaan ..
apa semuanya salah ..?
tak kujawab dengan apapun ..
kau tahu? ini kekecewaan terdalam ..
kita tersenyum untuk saling bercerita ..
kau mencari sesuatu di mata ku ..
tolong temukan itu ..
harapan ku terlalu besar ..
ku harap tak ada kata cinta seperti itu ..
cukuplah semua itu nyata dalam hati ..
tolong, aku sungguh inginkan itu ..
dan hadirlah sebuah pertanyaan ..
apa ini abadi ..?
dan ku jawab dengan senyum ..
dan ini jadi malam yang indah ..
dan kau berlari ..
kau keluar dari jalan kita ..
kau cari hitam diantara 7 warna pelangi ..
jelaskan siapa dia ..
hadir lagi sebuah pertanyaan ..
apa semuanya salah ..?
tak kujawab dengan apapun ..
kau tahu? ini kekecewaan terdalam ..
percakapan seorang diri
aku tidak tahu..
kau..
dia..
aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu..
aku merasa semua akan terasa mudah dengan kepala besarku..
tapi ternyata tidak..
aku hanya belajar untuk mengerti semua..
agar tak ada rasa kehilangan..
aku hanya mendapat sedikit masukan dari kepalaku..
bahwa..
MANUSIA TIDAK BISA BICARA UNTUK MEYAKINKAN..
aku tetap tidak bisa menjawab..
jadi aku akan tetap pada pendirianku..
sadarkah?
ini seperti dekatnya jarak nadi dan kepalamu..
seperti semua cinta adalah musuh..
dan semua musuhmu adalah cintamu..
dan kita bimbang diantaranya..
aku hanya ingin bernyali..
dan berbicara sepatah dua patah kata padamu..
tapi sebagai balasannya..
aku hanya bisa berbicara seorang diri..
dengan lemah dan pelan sekali..
seperti memikul beban yang berat..
tapi nyatanya lari dari kenyataan lebih berat..
seperti lelahnya memandang dunia yang besar..
tapi kini ku tahu berbohong dan munafik jauh lebih melelahkan..
aku rasa aku telah tahu semua..
tapi nyatanya semua semakin aku tidak tahu..
aku kira aku telah banyak berubah..
tapi nyatanya tak ada yang berubah..
aku tak mengabulkan impianmu karena aku bimbang mendengar ocehan sepihak mereka..
aku lemah, aku tahu itu..
maafkan aku..
kau buatku berarti tapi kau tidak bisa lebih berarti dari mereka yang menekanku..
maaf..
aku lebih dahulu memakaikan pakaian untuk harga diri..
sebelum menghargai harga diri itu sendiri..
aku bisa bertahan selama ini..
dan mungkin terus hingga nanti..
mungkin..
kau..
dia..
aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu..
aku merasa semua akan terasa mudah dengan kepala besarku..
tapi ternyata tidak..
aku hanya belajar untuk mengerti semua..
agar tak ada rasa kehilangan..
aku hanya mendapat sedikit masukan dari kepalaku..
bahwa..
MANUSIA TIDAK BISA BICARA UNTUK MEYAKINKAN..
aku tetap tidak bisa menjawab..
jadi aku akan tetap pada pendirianku..
sadarkah?
ini seperti dekatnya jarak nadi dan kepalamu..
seperti semua cinta adalah musuh..
dan semua musuhmu adalah cintamu..
dan kita bimbang diantaranya..
aku hanya ingin bernyali..
dan berbicara sepatah dua patah kata padamu..
tapi sebagai balasannya..
aku hanya bisa berbicara seorang diri..
dengan lemah dan pelan sekali..
seperti memikul beban yang berat..
tapi nyatanya lari dari kenyataan lebih berat..
seperti lelahnya memandang dunia yang besar..
tapi kini ku tahu berbohong dan munafik jauh lebih melelahkan..
aku rasa aku telah tahu semua..
tapi nyatanya semua semakin aku tidak tahu..
aku kira aku telah banyak berubah..
tapi nyatanya tak ada yang berubah..
aku tak mengabulkan impianmu karena aku bimbang mendengar ocehan sepihak mereka..
aku lemah, aku tahu itu..
maafkan aku..
kau buatku berarti tapi kau tidak bisa lebih berarti dari mereka yang menekanku..
maaf..
aku lebih dahulu memakaikan pakaian untuk harga diri..
sebelum menghargai harga diri itu sendiri..
aku bisa bertahan selama ini..
dan mungkin terus hingga nanti..
mungkin..
CINTA DAN ALASAN
di mata lahir cinta dan alasan ..
aku tidak bisa menjaganya ..
menjelma jadi yang sempurna ..
jadi yang dia puja ..
jadi rindu sementara ..
lalu sekarang aku berkata ..
"mungkin aku masih cinta .." ..
cinta?
anak monyet pun bisa tertawa mendengarnya ..
tapi begitulah aku ..
tlah kulakukan hanya untuk menggenggam jari telunjuknya ..
takkan sampai bila sematkan permata di jari manisnya ..
hanya untuk menatapnya ..
takkan bisa untuk menciumnya ..
coba ku hitung lagi ..
4 tahun ..
oh, kapalku telah berlayar ..
siapa yang ingin tinggalkan dia hanya untuk melihat hiu bodoh ..
ya ..
aku memang bodoh ..
aku tidak bisa menjaganya ..
menjelma jadi yang sempurna ..
jadi yang dia puja ..
jadi rindu sementara ..
lalu sekarang aku berkata ..
"mungkin aku masih cinta .." ..
cinta?
anak monyet pun bisa tertawa mendengarnya ..
tapi begitulah aku ..
tlah kulakukan hanya untuk menggenggam jari telunjuknya ..
takkan sampai bila sematkan permata di jari manisnya ..
hanya untuk menatapnya ..
takkan bisa untuk menciumnya ..
coba ku hitung lagi ..
4 tahun ..
oh, kapalku telah berlayar ..
siapa yang ingin tinggalkan dia hanya untuk melihat hiu bodoh ..
ya ..
aku memang bodoh ..
lelaki
malam ini..
kubuka jendela kamarku..
kuambil gitarku..
aku hanya ingin bernyanyi lagu tentangmu..
semuanya, bahkan aku tidak begitu tahu..
tapi ini sungguh berbeda dengan yang kalian fikirkan..
senar demi senar hanya berbisik rintih..
aku tak ingin fikirkan apapun..
apa yang bisa ku lakukan selain bermain dengan kata - kata, seorang diri?
manusia hanya bisa mencela tanpa menyelami seluruhnya..
mereka mencela dengan bayangan kesempurnaan mereka..
tapi itu hanya bayangan kan? menyedihkan kau hanya iri..
lalu..
harus aku mencari tahu?
aku hanya tidak tahu..
tidak tahu apapun..
hanya terlintas pilihan berat yang kupikul..
berat, berat sekali..
tapi menurutku lelaki memang tidak dimaksudkan hidup untuk kebahagiaan semata..
tapi bagaimana berkorban untuk orang yang telah TULUS mewarnai hari - hari kita..
KEYAKINAN DARI PILIHAN - PILIHAN BERAT YANG DIAMBIL..
LEBIH INDAH DARI RENCANA APAPUN..
kubuka jendela kamarku..
kuambil gitarku..
aku hanya ingin bernyanyi lagu tentangmu..
semuanya, bahkan aku tidak begitu tahu..
tapi ini sungguh berbeda dengan yang kalian fikirkan..
senar demi senar hanya berbisik rintih..
aku tak ingin fikirkan apapun..
apa yang bisa ku lakukan selain bermain dengan kata - kata, seorang diri?
manusia hanya bisa mencela tanpa menyelami seluruhnya..
mereka mencela dengan bayangan kesempurnaan mereka..
tapi itu hanya bayangan kan? menyedihkan kau hanya iri..
lalu..
harus aku mencari tahu?
aku hanya tidak tahu..
tidak tahu apapun..
hanya terlintas pilihan berat yang kupikul..
berat, berat sekali..
tapi menurutku lelaki memang tidak dimaksudkan hidup untuk kebahagiaan semata..
tapi bagaimana berkorban untuk orang yang telah TULUS mewarnai hari - hari kita..
KEYAKINAN DARI PILIHAN - PILIHAN BERAT YANG DIAMBIL..
LEBIH INDAH DARI RENCANA APAPUN..
KITA
kuhitung setiap langkah yang kau tinggalkan ..
ku raba setiap sudut hati yang kau lupakan ..
dengan perlahan ..
dan aku tahu sebenarnya apa ..
bahwa ini bukan tentang kesedihan ..
bukan tentang anjing yang dilahirkan di kardus ..
bukan pula tentang kebahagiaan sementara ..
bukan tentang penjahat yang tertawa lolos dari polisi ..
bukan juga pengabdian yang terlupakan ..
bukan tentang pahlawan yang menjual pialanya ..
ini bukan tentang kau ..
bukan tentang aku ..
tapi tentang kita ..
kita ..?
dulu itu kata termanis yang menunjukan ..
seperti meja dan kursi yang panjang itu hanya ada 2 orang ..
yaitu kau dan aku ..
oh bukan ..
tapi kita ..
kucium aroma hadiah yang kau titipkan ..
wangi menusuk kekepala ..
hingga otakku berkata ..
kita hanya lagu sedih tanpa iringan melodi ..
kita hanya gelap malam tanpa sulaman bintang ..
kita hanya 5 bait puisi tanpa nama sang penyair ..
kita hanya senyum manis tanpa sisipan ketulusan ..
kita terlalu angungkan nama cinta ..
tapi kita tidak tahu ..
mengapa ia diawali "c" , diakhiri "a" ..
mengapa terkadang muncul titik diatas huruf "i" dan kadang hilang ..
tapi kita selalu merasa cinta yang menolong kita dari dasar neraka ..
atau ia semujarab obat maag ..
saat kita sakit gigi misalnya ..
yang aku tahu cinta akan muncul tiba2 ..
walau kita tidak tahu dimana letaknya ..
setelah kau bisa menilai dirimu ..
oh tidak ..
setelah aku bisa menilai diriku ..
bukan ..
setelah kita saling menilai ..
fatal ..
setelah kita menilai kita ..
benar ..
atau hampir benar mungkin ..
ku raba setiap sudut hati yang kau lupakan ..
dengan perlahan ..
dan aku tahu sebenarnya apa ..
bahwa ini bukan tentang kesedihan ..
bukan tentang anjing yang dilahirkan di kardus ..
bukan pula tentang kebahagiaan sementara ..
bukan tentang penjahat yang tertawa lolos dari polisi ..
bukan juga pengabdian yang terlupakan ..
bukan tentang pahlawan yang menjual pialanya ..
ini bukan tentang kau ..
bukan tentang aku ..
tapi tentang kita ..
kita ..?
dulu itu kata termanis yang menunjukan ..
seperti meja dan kursi yang panjang itu hanya ada 2 orang ..
yaitu kau dan aku ..
oh bukan ..
tapi kita ..
kucium aroma hadiah yang kau titipkan ..
wangi menusuk kekepala ..
hingga otakku berkata ..
kita hanya lagu sedih tanpa iringan melodi ..
kita hanya gelap malam tanpa sulaman bintang ..
kita hanya 5 bait puisi tanpa nama sang penyair ..
kita hanya senyum manis tanpa sisipan ketulusan ..
kita terlalu angungkan nama cinta ..
tapi kita tidak tahu ..
mengapa ia diawali "c" , diakhiri "a" ..
mengapa terkadang muncul titik diatas huruf "i" dan kadang hilang ..
tapi kita selalu merasa cinta yang menolong kita dari dasar neraka ..
atau ia semujarab obat maag ..
saat kita sakit gigi misalnya ..
yang aku tahu cinta akan muncul tiba2 ..
walau kita tidak tahu dimana letaknya ..
setelah kau bisa menilai dirimu ..
oh tidak ..
setelah aku bisa menilai diriku ..
bukan ..
setelah kita saling menilai ..
fatal ..
setelah kita menilai kita ..
benar ..
atau hampir benar mungkin ..
KEKECEWAAN
aku kecewa...
teramat kecewa padamu!
dari saat itu...
ku harap semua yang aku dengar tentangnya darimu hanya lelucon bodoh...
sebodoh aku dimatanya...
bukan kenyataan...
karena...
aku masih ingin melihatnya...
melihat tawanya...
senyumnya...
yang mampu bangunkan aku saat terjatuh...
yang mampu menjadi penyemangatku untuk terus berlari...
aku ingin terus berdiri disampingnya...
hingga akhirnya melihat ia tertawa karena ia berhasil membangun mimpi - mimpinya...
aku sedih belum melihat ia berbangga karena aku!
aku sedih karena dimatanya aku baru jadi orang yang bodoh!
konyol!
dan keras kepala!
coba kau rasakan jadi aku...
kau ingin menangis...
tapi semua telah berputar hanya dengan satu arah...
takkan kembali mundur...
kendati hanya untuk menyeka luka dihatiku...
kau sungguh keterlaluan!
kau bilang ini demi mereka semua...
tapi apa mereka semua mengerti dia!!?
kau hanya bisa berkata...
"mungkin kau masih belum mengerti..."
"kini waktu bagimu menjadi orang yang mempercayai..."
"bukan dipercayai..."
"ini memang terasa sulit..."
"tapi waktu terus menarikmu tumbuh..."
"menjadi pintar..."
"bijaksana..."
"dan kau harus tahu seperti apa dunia..."
persetan!
jika seperti itu alasannya...
dan seperti ini akhirnya...
aku memilih bodoh selamanya!
dan mati konyol seperti anak kecil!
dengarkan aku!
jika posisi kalian tertukar...
aku yakin...
ia takkan membiarkan kau melakukannya...
karena aku percaya...
ia takkan menikmati pagi dengan secangkir teh hangat!
ia takkan terlelap diselimuti indahnya dongeng rembulan!
saat orang - orang penting dihidupnya dalam keadaan sulit!
aku tahu..
kau tidak pernah duduk dibawah langit yang begitu sunyi...
seorang diri...
dan merasakan beratnya menahan air mata demi impian...
karena menjalani hidup bukan bagaimana membanggakan mimpi...
tapi bagaimana sakitnya memilih 1 dari banyak pilihan terberat..
karena..
laki-laki hidup tak dimaksudkan untuk mencari kebahagiaan semata..
teramat kecewa padamu!
dari saat itu...
ku harap semua yang aku dengar tentangnya darimu hanya lelucon bodoh...
sebodoh aku dimatanya...
bukan kenyataan...
karena...
aku masih ingin melihatnya...
melihat tawanya...
senyumnya...
yang mampu bangunkan aku saat terjatuh...
yang mampu menjadi penyemangatku untuk terus berlari...
aku ingin terus berdiri disampingnya...
hingga akhirnya melihat ia tertawa karena ia berhasil membangun mimpi - mimpinya...
aku sedih belum melihat ia berbangga karena aku!
aku sedih karena dimatanya aku baru jadi orang yang bodoh!
konyol!
dan keras kepala!
coba kau rasakan jadi aku...
kau ingin menangis...
tapi semua telah berputar hanya dengan satu arah...
takkan kembali mundur...
kendati hanya untuk menyeka luka dihatiku...
kau sungguh keterlaluan!
kau bilang ini demi mereka semua...
tapi apa mereka semua mengerti dia!!?
kau hanya bisa berkata...
"mungkin kau masih belum mengerti..."
"kini waktu bagimu menjadi orang yang mempercayai..."
"bukan dipercayai..."
"ini memang terasa sulit..."
"tapi waktu terus menarikmu tumbuh..."
"menjadi pintar..."
"bijaksana..."
"dan kau harus tahu seperti apa dunia..."
persetan!
jika seperti itu alasannya...
dan seperti ini akhirnya...
aku memilih bodoh selamanya!
dan mati konyol seperti anak kecil!
dengarkan aku!
jika posisi kalian tertukar...
aku yakin...
ia takkan membiarkan kau melakukannya...
karena aku percaya...
ia takkan menikmati pagi dengan secangkir teh hangat!
ia takkan terlelap diselimuti indahnya dongeng rembulan!
saat orang - orang penting dihidupnya dalam keadaan sulit!
aku tahu..
kau tidak pernah duduk dibawah langit yang begitu sunyi...
seorang diri...
dan merasakan beratnya menahan air mata demi impian...
karena menjalani hidup bukan bagaimana membanggakan mimpi...
tapi bagaimana sakitnya memilih 1 dari banyak pilihan terberat..
karena..
laki-laki hidup tak dimaksudkan untuk mencari kebahagiaan semata..
ITULAH KENYATAAN
sadar impian memahami yang lalu..
itulah realita..
kadang berkhayal lebih berat daripada punya anggapan..
terlebih saat tahu kita tak setegar pendirian kita..
kita tidak ingin dibilang "pecundang"..
karena itu kita berkata "ini caraku"..
kita membohongi diri kita..
dan terus mencari kepalsuan, entah untuk apa..
kadang seseorang berkata pada kita, "bagilah deritamu"..
padahal sering kali teman, sahabat, mereka tidak lebih membantu..
mungkin kita selalu didera pertanyaan, "apa mimpimu? apa cita - citamu?"..
padahal yang kita miliki hanya satu ambisi..
kita selalu menang..
diantara kesalahan yang terkutuk..
kita mem-bijaksanakan diri kita sendiri..
karena seolah waktu tak kunjung membuktikan pada kita..
kita benci berbicara kenyataan..
karena kenyataan selalu meludahi kita..
kita benarkan kesalahan dan salahkan kebenaran..
karena kita dan mereka berbeda..
itulah realita..
kadang berkhayal lebih berat daripada punya anggapan..
terlebih saat tahu kita tak setegar pendirian kita..
kita tidak ingin dibilang "pecundang"..
karena itu kita berkata "ini caraku"..
kita membohongi diri kita..
dan terus mencari kepalsuan, entah untuk apa..
kadang seseorang berkata pada kita, "bagilah deritamu"..
padahal sering kali teman, sahabat, mereka tidak lebih membantu..
mungkin kita selalu didera pertanyaan, "apa mimpimu? apa cita - citamu?"..
padahal yang kita miliki hanya satu ambisi..
kita selalu menang..
diantara kesalahan yang terkutuk..
kita mem-bijaksanakan diri kita sendiri..
karena seolah waktu tak kunjung membuktikan pada kita..
kita benci berbicara kenyataan..
karena kenyataan selalu meludahi kita..
kita benarkan kesalahan dan salahkan kebenaran..
karena kita dan mereka berbeda..
HAL TERSULIT
disudut dinding kugali tanyaku ..
renungan jadi bayangan ..
penyesalan jadi sandaran ..
gelap tanpa lampu jadi jawaban ..
ku bisikan perlahan seolah ada dia disampingku ..
"aku sungguh merindukanmu melebihi apa yang kau baca dariku" ..
dan terus kukatakan itu hingga ku tersedak ..
sungguh aku anggap aku rendah dimata kau, kalian ,mereka ..
aku tunjukan semua bisaku ..
dan kau tak melihatnya ..
aku rebahkan kepalaku ..
dan kau singkirkan bahumu ..
aku ucapkan semua yang ku rasa, kuharap, kutunda dan ..
hanya kata "entah" ..?
kata itu yang bisa buat kau lebih dewasa ..?
kata itu yang bisa buat kau lebih baik ..?
sungguh aku berdo'a ..
agar kau punya lebih dari 2 mata ..
lebih dari 1 hati ..
lebih dari 1 otak ..
agar sebelum orang yang berjasa untukmu berkata ..
kau terlebih dahulu berucap ..
"terima kasih" ..
pergi dengan amarah menyulut dihati..
hanya itu yang bisa terlaksana..
tinggalkanmu "forever Thirdteen"..
kau menjadi dewasa ..?
itu sungguh hal tersulit ..
untuk dirimu sendiri ..
renungan jadi bayangan ..
penyesalan jadi sandaran ..
gelap tanpa lampu jadi jawaban ..
ku bisikan perlahan seolah ada dia disampingku ..
"aku sungguh merindukanmu melebihi apa yang kau baca dariku" ..
dan terus kukatakan itu hingga ku tersedak ..
sungguh aku anggap aku rendah dimata kau, kalian ,mereka ..
aku tunjukan semua bisaku ..
dan kau tak melihatnya ..
aku rebahkan kepalaku ..
dan kau singkirkan bahumu ..
aku ucapkan semua yang ku rasa, kuharap, kutunda dan ..
hanya kata "entah" ..?
kata itu yang bisa buat kau lebih dewasa ..?
kata itu yang bisa buat kau lebih baik ..?
sungguh aku berdo'a ..
agar kau punya lebih dari 2 mata ..
lebih dari 1 hati ..
lebih dari 1 otak ..
agar sebelum orang yang berjasa untukmu berkata ..
kau terlebih dahulu berucap ..
"terima kasih" ..
pergi dengan amarah menyulut dihati..
hanya itu yang bisa terlaksana..
tinggalkanmu "forever Thirdteen"..
kau menjadi dewasa ..?
itu sungguh hal tersulit ..
untuk dirimu sendiri ..
CATATAN
aku suka sebuah catatan..
menulis sesuatu dan menerka bodohnya profesor fisika..
atau mengagungkan cinta kekasih..
seolah cinta itu bisa mengulur kematianmu 10 menit lebih lama..
hanya untuk berkata..
aku sungguh bahagia mencintaimu..
bohong itu semua!
cinta sejati tidak pernah hadir bahkan setelah cerita ROMEO dan JULIET!
tapi aku tetap menyukai catatan dan membelai kertas putih itu..
dan mengawali kesenanganku dengan 5 baris awal..
aku suka menulis prolog yang membuat orang terbuka ideologinya..
seperti..
orang suci yang menyindir ATHEIS..
perhatian khusus untuk ALBINO..
busung lapar yang mengempis..
atau lucunya bayi seberat 50 kg..
namun aku lebih senang menulis isi catatan ditengah..
pujangga menyebut itu isi atau bagian inti cerita..
aku menyebutnya sampah pemikiran dengan semangat materi..
dibagian ini cerita hampir menghatamkan kesedihan..
atau bahkan malah memulai masalah yang agak dibuat - buat..
seperti..
datangnya monster bermata satu..
mobil berjalan tanpa pengemudi..
atau bualan sang kekasih sembari menatap rembulan yang katanya indah..
tapi dengan penyelesaian bagian akhir dicatatan..
akan membuat semuanya sempurna..
seperti..
menyambut kehilangan bagan bersudut dengan isi baru dikepala..
atau seperti ledakan yang menyisakan rantai kebencian untuk sang ANTAGONIS..
dan hingga catatan itu ditutup..
karya sampah ini akan terus terngiang ditelinga..
hingga nanti..
mungkin..
hingga tidak ada catatan lagi...
menulis sesuatu dan menerka bodohnya profesor fisika..
atau mengagungkan cinta kekasih..
seolah cinta itu bisa mengulur kematianmu 10 menit lebih lama..
hanya untuk berkata..
aku sungguh bahagia mencintaimu..
bohong itu semua!
cinta sejati tidak pernah hadir bahkan setelah cerita ROMEO dan JULIET!
tapi aku tetap menyukai catatan dan membelai kertas putih itu..
dan mengawali kesenanganku dengan 5 baris awal..
aku suka menulis prolog yang membuat orang terbuka ideologinya..
seperti..
orang suci yang menyindir ATHEIS..
perhatian khusus untuk ALBINO..
busung lapar yang mengempis..
atau lucunya bayi seberat 50 kg..
namun aku lebih senang menulis isi catatan ditengah..
pujangga menyebut itu isi atau bagian inti cerita..
aku menyebutnya sampah pemikiran dengan semangat materi..
dibagian ini cerita hampir menghatamkan kesedihan..
atau bahkan malah memulai masalah yang agak dibuat - buat..
seperti..
datangnya monster bermata satu..
mobil berjalan tanpa pengemudi..
atau bualan sang kekasih sembari menatap rembulan yang katanya indah..
tapi dengan penyelesaian bagian akhir dicatatan..
akan membuat semuanya sempurna..
seperti..
menyambut kehilangan bagan bersudut dengan isi baru dikepala..
atau seperti ledakan yang menyisakan rantai kebencian untuk sang ANTAGONIS..
dan hingga catatan itu ditutup..
karya sampah ini akan terus terngiang ditelinga..
hingga nanti..
mungkin..
hingga tidak ada catatan lagi...
Subscribe to:
Comments (Atom)