Tuesday, December 20, 2016

The Spider-Web Defense

Sebelum anda beetanya "Mengapa seorang psikopat gemar berbohong?" Beranikah anda bertanya "Mengapa saya gemar berbohong?"
Sekali lagi, beranikah anda?

Tidak ada manusia yang tidak pernah berbohong. Atau setidaknya, manusia berbohong sekali dalam sehari (kecuali sosiopath).

Jika kita merujuk pada definisi dari bohong / kebohongan, adalah pernyataan yang berbeda dengan kenyataan. Itu simple nya.

Karena kita tidak berada dalam posisi yang sama dengan sang pendengar, dengan seketika kita bisa menjadi seorang pembohong.

"Apa kabar?"
Kebanyakan orang akan menjawab "baik". Tak peduli orang teraebut tengah dalam kondisi yang buruk, entah dari sisi fisik maupun psikis.

Yes, we are the liers.

Terlebih jika yang menanyakan adalah orang yang kita sayangi. Jika hidup anda kurang drama, tentu jawaban anda sudah dipastikan adalah "baik".

Lie is beautiful!

Dalam kehidupan sosial, berbohong sendiri adalah senjata terampuh dalam menjalin keseimbangan komunikasi.

Bener apa bener?

Lihat gambar laba-laba dengan jaring-jaringnya. Dan bayangkan jika si laba-laba adalah orang penting.
Setiap jaring saling berkaitan dengan jaring lainnya, menggambarkan koneksi sang 'Johndoe' yang luas.
Setiap koneksi berkaitan dengan koneksi lainnya, jika ada penghianat di salah satu jaring, jaring lainnya akan menginformasikan kepada sang Johndoe tentang bahaya yg mengancam dirinya.

Mengapa ada jaring yang sesetia itu? Karena sang Johndoe akan membuat jaring dengan kontrol dan manipulasi, membentuk sebuah ikatan emosional yang kuat sehingga terbentuk sebuah kesetiaan.

Tentu hal ini lebih efektif ketimbang metode berbohong tradisional yang memanfaatkan kekuatan memory otak untuk menyediakan rekaman palsu untuk jangka pajang, atau dengan kata lain berbohong menggunakan metode tradisional lebih sulit.

Tapi, laba-laba yang mengandalkan racunnya, jelas lebih mematikan ketimbang yg mengandalkan jaring-jaringnya.

No comments:

Post a Comment