Thursday, May 21, 2015

Teruntuk Engkau.. sang pengejar mimpi.

Malam semakin gelap,
Kita tau sebelum merencanakan pergi ke lautan bintang dan berusaha mengaguminya,

Kita pura-pura lupa, atau benar-benar lupa?
Kita benar-benar jujur, atau berusaha berbohong?
Kita benar-benar mengenal, atau hanya berusaha menjadi orang yang terlihat ada?

Bagaimana ini bahagia jika menjelaskan definisi sesulit menjabarkan seperti apa kita?

Aku berusaha kuat seperti kau dengan perjalananmu,
Aku berusaha tegar seperti kau mencari arti hidupmu,
Aku berusaha kuat seperti kau bulat memegang janjimu,
Aku merasa memiliki seperti 'seolah' adalah 'sebenarnya',

Aku selalu punya alasan untuk membela namaku tapi entah mengapa aku selalu lupa untuk mencari apa itu bahagia,
Aku selalu merasa ini bahagia sembari mengerucuti senyum didepan gelegar tawa mu,
Aku seperti merasa orang melihat aku yang berisi penuh anugerah untuk membahagiakan orang tanpa sayatan ditiap rongga leherku,
Aku merasa perlu pulang dengan kepuasan untuk setiap arti yang kuberi untuk dirimu,

Tapi tiap selang detik ke detik selanjutnya aku adalah gema,
Gema yang berdegup melawan lafal apa yg telah kupercaya,
Aku hampir tidak percaya bahwa semua orang berhak mengerti arti hidupnya,
Aku hampir tidak percaya bahwa manusia bisa merubah fikirannya karena kita telah melepas atribut kekecewaan pada masa lalunya,
Aku hampir putus asa bahwa manusia bisa menolak apa yang bukan ia perjuangkan.. dan hanya menerima takdir,

Aku mungkin sudah putus asa selagi kau tersenyum karena arti yang kucari mungkin sudah terlewat,
Dan berganti jadi sebuah simpul kuat tak terlepaskan,
Hingga terlalu sulit sampai mukjizat turun dari langit dan mengatakan "bahwa dunia ini terlalu unik jika hanya akan selalu dianggap sama sampai pada akhirnya,
Terlalu datar jika jatuh pada sebuah sumpah yang tidak kau pelajari,
Terlalu menyedihkan jika hanya mempercayai janji yang semakin kau ragukan selagi kau tau kau hanya terjebak dalam kata-kata itu",

Kau tahu dan paling tahu,
Kata adalah kata dan tetap kata,
Tindakan adalah tindakan dan tetap tindakan.

Wednesday, April 4, 2012

yang ada disisi lain seorang lelaki

Palung-palung lautan ini seperti bergemericik..
Bimbang namun mengalir adanya menerawang tatanan hakikatnya..
Sepintas ia melirik dan tak bergeming..
Sepintas..
Ya, hanya sebatas tahu bagaimana mengatur rumitnya alunan tak bernyawa..

Disisi lain ia tahu simpangan yg damai melarutkan mimpinya..
Disisi lain ia tak ingin tahu pusaran angin menikam dan menghajarnya dari berbagai arah..
Dia tetap..
Dia pada kekuatan ego nya..

Yang ada disisi lain seorang lelaki..
Bukan bagaimana ia tertidur diawan..
Tapi bagaimana awan itu merasa..

Bukan bagaimana berlari membawa seikat bahagia..
Tapi bagaimana bahagia itu diberi berkat kebahagiaan..

Bukan bagaimana menunjuk..
Tapi bagaimana berfikir sebelum bergeming..

Seorang lelaki akan bangkit dan tersenyum puas akan kemenangannya..
Tapi disisi lainnya..
Ia menjatuhkan lagi dirinya agar ia bisa lebih dalam merasa..